Stay On Track

 

Assalamu’alaikum teman-teman, gimana kabarnya? Semoga selalu dalam limpahan rahmat Allah ya. Pada kesempatan kali ini aku pengen cerita tentang seorang gadis yang mengalami kesulitan dan udah ga tau lagi harus berbuat apa pokoknya dia berusaha berprasangka yang baik kepada Allah dan menyerahkan semua urusannya kepada Allah. Udah pokoknya biar Allah yang atur. Langsung aja yuk simak kisahnya.

***

Suatu hari ada seorang gadis yang mengalami kecelakaan, kakinya patah sehingga ia tak dapat beraktivitas seperti biasanya. Yang ia pikirkan saat itu adalah ini pasti bisa sembuh hanya perlu waktu. Namun dalam perjalanan menuju kesembuhan ternyata tidak sesimpel itu. Semua aktivitas yang biasa dilakukannya sendiri kini tak lagi bisa, berdiri menopang tubuhnya saja ia tak mampu apalagi yang lain. Hal tersebut menunjukkan betapa manusia lemah tanpa pertolongan Allah.

Gadis itu berusaha membangun prasangka yang terbaik kepada Allah. Ia teringat tausiyah seorang ustadz yang menceritakan kisah sorang anak dan ayahnya. Anak tersebut sedang mengendarai kuda kemudian ia jatuh dan kakinya patah, nasihat yang diberikan sang ayah sungguh luar biasa “nak, kita tidak tahu ini nikmat atau musibah. Tetap berprasangka yang baik kepada Allah nak”. Kisah yang pernah si gadis dengar tersebut kini berusaha ia resapi dan sebisa mungkin ia terapkan.

Sebelum mengalami kecelakaan harapan demi harapan telah selesai ia rangkai, semisal tahun ini mendapat pekerjaan dan tahun depan melangsungkan pernikahan walaupun belum tahu dengan siapa. Semua harapan itu kini tak ia pikirkan lagi, ada harapan yang jauh lebih penting untuk disegerakan pengabulannya yaitu sembuh.

Semasa gadis itu sakit banyak orang yang datang menjenguknya, diantaranya adalah teman-teman sepermainannya. Disela-sela obrolan ada yang bercerita bahwa ia sering ditanya kapan wisuda, ada juga yang ditanya kerja dimana. Mendengar hal tersebut gadis itu menjawab dengan mata yang berbinar dan air mata yang ia tahan bahwa dirinya tidak memikirkan semua hal yang dipikirkan teman-temannya; kapan wisuda, kerja dimana, bahkan kapan nikahnya. Karena ada yang jauh lebih penting dari itu semua, yaitu sembuh. Gadis itu membatin “semua harapan yang dahulu aku bangun sekarang terasa sangat jauh untuk diwujudkan, namun semua adalah rencana Allah”. Harapan yang dahulu ia rangkai kini ia pasrahkan kepada Allah, bagaimana kedepannya terserah Allah saja karena Allah Maha Benar tak pernah keliru.

Dalam proses pemulihan, gadis itu terus melatih kakinya berjalan menggunakan tongkat. Langkah demi langkah ia ayunkan menggunakan tongkat, aduhai betapa nikmatnya dibandingkan hanya duduk termenung di atas tempat tidur meskipun terhitung satu dua langkah di tempat yang sama. Terkadang rasa malas untuk berlatih datang menghampiri, namun semangat itu kembali ketika ia ingat bahwa menunda ikhtiar sama dengan menunda hasil. Ia terus berlatih hingga satu bulan kemudian Allah izinkan ia berjalan dengan satu tongkat.

Suatu hari si gadis sedang duduk santai di depan rumahnya, tiba-tiba ada seorang bapak yang berhenti bersama istrinya. Bapak tersebut adalah seorang kepala sekolah, kemudian beliau  menanyakan keadaan gadis itu apakah bisa berdiri atau tidak. Gadis itu menjelaskan kondisinya yang bisa berdiri dan bisa berjalan namun harus dengan bantuan satu tongkat. Ternayata Bapak itu bermaksud untuk menawarkan pekerjaan pada si gadis untuk mengajar di sekolah yang beliau pimpin. Betapa terkejutnya gadis itu mendapat tawaran tersebut, air matanya berlinang dan senyumnya merekah. Aduhai bahagianya tidak bisa digambarkan, ucapan alhamdulillah rasanya belum cukup untuk mengungkapkan rasa syukur.

Harapan yang dahulu si gadis rangkai kemudian disingkirkan kini satu persatu terealisasi dengan izin Allah. Ia mendapatkan karunia sakit yang di dalamnya begitu banyak pelajaran yang bisa diambil, harapannya untuk mendapat pekerjaan kini sudah Allah kabulkan bahkan hanya dalam kurun waktu beberapa bulan saja. Betapa bahagianya ia dikelilingi orang-orang yang siap membantu dan memahami segala keterbatannya saat ini.

Benar saja, segala kesulitan yang Allah berikan tentu sudah sepaket dengan kemudahannya. Bahkan kemudahannya jauh lebih banyak disertai pertolongan-Nya. Tugas kita sebagai manusia ketika ditimpa kesulitan adalah tetap on the track di jalan-Nya, tetap berprasangka yang terbaik kepada-Nya, dan memohon pertolongan-Nya. Dan tentunya yakin saja, segala ketetapan atau takdir Allah sudah pasti yang terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat kita.

Allah Mahabaik, mengabulkan doa di waktu yang tepat di saat terbaik menurut-Nya.

Gimana ni teman-teman setelah baca kisah si gadis tadi. Jujur ini aku baru belajar nulis, kalau ada kritik dan saran boleh banget ditulis di kolom komentar ya teman-teman. Kalau mau sharing pengalaman teman-teman juga boleh banget. Mampir aja di ig aku ya @nurwulann20. Sekian dulu ya teman-teman

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESEMPATAN KEDUA

Ignorance About The Future